[CHAPTER-2] | FRAGMENTS OF SUMMER | Fanfiction

Chapter 2 : The story of the forgotten

Mempercayai adanya sosok Leehwon memang tidak masuk akal. Namun CheonSonghyi akhirnya sadar bahwa sosok yang tak ia percaya adalah cinta sejatinya.

‘Fragments Of Summer’

Cast :
Jun Ji hyun As Cheon Song hyi
Kim Soo Hyun As Lee Hwon √ Baek Seung Chan
Iu As Cindy Cheon
Anh Jae Hyun As Cheon Yoon Jae
Seolhyun Aoa As Seolhyun
And Other cast.

Genre: Romance, Fantasy, Drama and sad? Maybe! Gimana feel yang baca saja.
Disclaimer: Semua milik tuhan yang maha esa, ff ini milik saya sendiri dan untuk kim soo hyun? entah milik siapa akhirnya 😉 akkk.

Happy reading all~

Cangkir keramik itu hanya menyisakan ampasnya. Beberapa kertas terlihat berserakan di atas mejanya. Seorang wanita dengan paras yang begitu cantik, terlihat berkutat disana. Dia sibuk dengan pensil dan salah satu kertas itu. Bermain dengan imajinasinya untuk membuat desain yang lebih menarik lagi. Alis sang wanita sedikit berkerut. Pensil itu tidak lagi menciptakan seni di atas kertasnya, kini terlihat wanita dengan warna rambut brown itu, menggigiti sang pensil. Dia mengamati gambarnya cukup lama, untuk mencari kekurangan pada desainnya itu. Sangat terlihat si wanita begitu perfeksionis dengan hasil karyanya. Bukan hal yang aneh, semua orang sudah menobatkannya sebagai wanita dengan tangan ajaib karena mampu menciptakan fashion terbaru yang begitu cantik. Dan hasil karyanyapun selalu mendapat sorotan di berbagai ajang fashion dunia. Maka dari itu, dia selalu ingin membuat desain bajunya bukan hanya menarik tapi membuat semua orang terkagum dan berebut ingin memiliki hasil ciptaanya.

Cheon song hyi lahir dengan bakat alami , dia tidak pernah sekolah di jurusan tata busana ataupun mengenal hal-hal tentang fashion sebelumnya, bahkan bisa seperti inipun sangat jauh dari apa yang dia bayangkan. Dulu dia sempat masuk kuliah dengan jurusan bisnis namun semuanya berakhir pada semester 2 , karena biaya yang tersendat. Di usianya yang masih sangat muda dia harus jadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi kedua adiknya yang pada saat itu baru berusia sepuluh tahun.

Awalnya keluarga cheon song hyi adalah keluarga yang begitu bahagia. Cheon song hyi memiliki apapun yang dia inginkan, rumah besar dengan pasilitas serba ada, kedua orang tua yang sangat menyayanginya, dan kehadiran dua orang adiknya yang sangat dia cintai. Namun semuanya berakhir saat berita itu tersebar, ayah cheon song hyi seorang pembisnis dengan perusahaan dimana-mana di tuduh membisniskan barang terlarang yang membuat semua perusahaan besar dan rumahnya hanyut tersita bank. Tepat dua tahun setelah kelahiran dua orang adik tersayangnya kehidupan itu pelahan berubah, Sang ayah sakit-sakitan dan berakhir meninggal dunia, setelahnya ibu cheon song hyi menderita depresi cukup parah. Keseharian wanita itu di lakukan di tempat tidur, menangis sepanjang hari seperti sebuah kesepian telah membelit kehidupannya. Padahal pada saat itu sang ibu masih memiliki song hyi dan kedua adiknya yang menjadi tanggung jawabnya, Sedikitnya dia harus sadar kehidupannya tidak akan berakhir hanya dengan di tinggalkan orang yang dia cintai. Semakin hari kondisi sang ibu semakin memburuk, bahkan wanita itu sudah tak segan mencelakai tubuhnya sendiri dengan benda tajam.

Apa cinta bisa membuat orang berubah menjadi sekonyol itu?

Sampai, sekelompok orang yang Cheon song hyi ingat memakai baju serba putih, membawa sang ibu yang dulu berprofesi sebagai model itu, ke rumah sakit jiwa saat wanita itu hendak mencoba bunuh diri untuk yang kesekian kalinya. Tidak ada lagi penampilan cantik, rambut indah, tubuh langsing ideal. Yang ada hanya penampilan memprihatinkan, kulit pucat terselimuti kesedihan dan badan yang begitu kurus.

Cheon song hyi menangis, keluarganya sudah hancur pada saat itu juga. Dia merasa terabaikan. Semuanya hilang, cinta dan kasih sayang kedua orang tuanya sudah pergi tertelan oleh sebuah takdir yang menyayat hati. Kehidupan asingpun datang, saat song hyi pindah ke kediaman keluarga sang paman. Pria itu memiliki hati yang baik ingin mengurus cheon song hyi, ia sedikit tidak tega melihat seorang gadis mengijak usia remaja harus mengurusi kedua adiknya sendirian. Song hyi awalnya mengira mungkin disana dia akan mendapat sedikit kebahagiaan. Namun ternyata perkiraanya salah anak-anak dari sang paman tidak menyukai kehadirannya, mereka beranggapan Songhyi berdapak buruk, seperti ibunya yang berakhir gila. Gadis itupun lebih memilih tinggal di apartmen kecil milik sang paman bersama kedua adiknya setelah beberapa tahun tinggal di sana.

Dia berusaha agar tidak terus-terusan merepotkan sang paman, bagaimanapun juga keluarga sang paman akan semakin membencinya jika mereka mengetahui apa yang lelaki itu berikan pada Cheon songhyi selama ini. Dan tepat di umurnya yang ke lima belas tahun, songhyi mulai mencari pekerjaan untuk menghidupi kedua adiknya. Disaat gadis seusianya menantikan hadiah natal dari kedua orang tuanya, Cheon songhyi lain dari yang lain dia menyisikan gaji pertamanya untuk memberikan sebuah sarung tangan untuk kedua adiknya. Yoonjae dan cindy. Sebagai hadiah natal. Empat tahun Songhyi habiskan menjadi karyawan restaurant cepat saji , dia belajar membagi waktu antara bekerja, sekolah dan mengurus sang adik selama itu pula.

Terlahir dari keluarga kaya tidak menjadikannya gadis manja. Dia bahkan menjadi pribadi yang dewasa di usianya yang terbilang masih muda setelah kehidupannya berputar seratus delapan puluh derajat. Sampai kuliah songhyi harus berakhir di tengah jalanpun, gadis itu tidak merasa kecewa, dia dengan kedewasaanya beranggapan ‘Kedua adiknya yang harus bersekolah tinggi dan cheon songhyi yang harus mencari jalan keluarnya untuk mereka’

Dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata songhyi awalnya iseng menggambar desain baju untuk dia jual pada seorang desainer, dia tidak memiliki gaya fashion yang menarik tapi tidak terlalu buruk juga. Namun entah apa yang membawanya hingga nekad berbuat hal demikian. Awalnya banyak yang menolak desain baju Cheon song hyi, mereka bilang baju seperti itu tidak pantas di ciptakan bahkan seninyapun terbilang berantakan. Setelah sempat menyerah akhirnya keberuntungan itu datang, seseorang yang Songhyi sendiripun tak akan pernah lupa. Membantunya, membuat baju yang songhyi desain menjadi baju paling di buru dengan harga tertinggi pada saat itu. dan kehidupan kelam seorang cheon songhyi pun berakhir berkat kerja kerasnya.

Suara dering ponsel menggema dalam ruangan pribadi itu. Sesaat mata cheon songhyi beralih dari keseriusan melihat hasil desainya, untuk mengintip sebuah nama yang tertera dalam ponsel itu.

‘CEO BYUN’

Matanya hampir saja keluar dari rongganya saat dia melihat nama yang sangat tak ingin dia angkat telponnya untuk hari ini. Jantungnya perlahan seperti mendapat pompaan mulai berdetak dengan cepat, Namun Cheon songhyi mengangkat telpon itu sebisa mungkin agar tidak terlihat bahwa dia tengah di landa rasa takut yang seakan meremas tubuhnya.

“Yeobose..”
“Ke kantorku sekarang juga!”

Dan penutupan telpon yang begitu tiba-tiba menjadi sebuah keputusan akhir dari kehidupan Cheon song hyi detik ini juga.

“Kau ingin aku menyebutmu oppa? BERKHAYAL!!”
“Kau berani padaku hah?”
“Kenapa tidak, hahaha”

Wanita itu memperhatikan di ambang pintu. Rasa lelah yang seakan menyandra tubuhnya perlahan hilang setelah menyaksikan tawa bahagia dari kedua adiknya di dalam ruangan sana. Mereka saling bercanda sedikit melupakan apapun kesedihan dalam kehidupannya. Cheon songhyi tersenyum tipis, dalam hatinya dia tengah menyembunyikan rasa perih. Seperti luka basah yang tersiram air alkohol sangat perih.

“Kenapa adikmu sering sekali membuat ulah , hah?”

Dia lihat Cindy begitu bahagia, tanpa tau apa yang terjadi di luar sana. Beban hidupnya seakan hilang, seakan gadis itu untuk pertama kalinya terlahir ke dunia. Tanpa rasa sedih. Bibir songhyi perlahan bergetar, rasa perih di hatinya seakan naik ke arah mata, membuat mata wanita itu sedikit berkaca-kaca.

“Kau lihat apa yang dia lakukan? apa Cindy berusaha menghancurkan semuanya? aku? dan karirnya!”

“Apa dia ingin kembali membuatku rugi? Kau tidak lupa kejadian bagaimana cindy membatalkan fanmeetnya di jepang tempo hari, kau bilang adikmu sakit perlu istirahat dan gadis itu malah mengupload sebuah foto di SNSnya ‘sedang berlibur di hawai’. Dia sudah menghancurkan ribuan hati fansnya, kemana otak dia? pantas saja para haters itu menyebutnya, si otak ayam karena sekarang aku sadar adikmu memang memiliki otak tidak lebih dari seekor ayam. Dan sekarang, lihatlah berita ini? kau mau menyangkal kalau ini rekayasa? sebuah sensasi? Cheonsonghyi-ssi, aku terlalu lelah bermain main dengan cindy, artis di bawah Naunganku masih banyak yang akan jauh lebih sukses dari adikmu, jika kau tidak bisa merubah sikapnya aku pastikan secepatnya cindy akan mengakhiri kontrak berasamaku”

“Dan menegement manapun tidak akan mau meliki artis berkelakuan semena-mena seperti Cindy..”

Tanpa sadar kristal beningpun akhirnya terjun dengan bebas di kedua pipi mulusnya. Di pikirannya perkataan Ceo byun tadi seakan terus berputar seperti sebuah kaset yang hanya ada satu lagu di dalamnya terus berulang-ulang. Dia terlalu mengkhawatirkan cindy, takut karir gadis itu berakhir, takut jika Cindy seperti artis-artis lain yang defresi dan berakhir kehilangan nyawanya. Takut jika masa lalunya yang kelam kembali terulang. dan harus kembali kehilangan orang yang dia cintai. Cheon songhyi menggelengkan kepalanya, menyangkal setiap apapun yang ada di pikirannya. Dia berusaha menstabilkan hati dan membuat otaknya kembali tenang agar tidak berpikir yang macam-macam.

“Apa yang terjadi padamu Nonna? kenapa kau menangis?”

Songhyi terkaget saat suara Yoonjae menyapa telinganya. Lelaki itu sekarang tengah berada di hadapannya, bersama cindy memperhatikan dia dengan wajah khawatir. Dia segera menghapus air matanya dengan cepat, bagaimana Cheon songhyi bisa tak sadar saat kedua adiknya memergokinya tengah melamun di ambang pintu.

Dia gelagatan, mencari sebuah alasan yang pas untuk di lontarkan. Bagi songhyi berbohong untuk kebaikan mungkin tidak ada salahnya. “Hah? aku hanya bahagia, desainan bajuku akhirnya kembali masuk majalah fashion ternama”

Cindy mendelik dengan kedua tangan terlipat di depan dada “Memang desain bajumu selalu masuk majalah Eonnie, kau seperti terlihat ini untuk pertama kalinya, terlalu berlebihan”

Songhyi tersenyum, kali ini senyuman yang begitu lebar. Dalam hatinya dia lega bahwa kebohongannya sangat sukses. “Hahaha, lantas kau ingin aku memberikan alasan apa Cindy-ah?”

Cindy mengetuk-ngetukan telunjuk di dagu, sedikit berpikir ala ala drama di televisi “Semacam liburanku di tambah satu minggu lagi dan kita akan berlibur ke jeju.. Yeeee!” dia meninju udara dengan semangat membuat salah satu dari mereka mengkerutkan kening. Yoonjae, terlihat sebal melihat adik kembaran non identiknya bersikap demikian.
“Bagiku kau yang berlebihan Cindy cheon!”
“DIAM KAU!!” Teriaknya murka memberi isyarat sebuah telunjuk agar Yoonjae tidak berkomentar tentang tanggapannya.
“Sudah-sudah” Songhyi menengahi tak mau jika ribut yang berbuntut panjang terjadi di hadapannya “Bagaimana kalau malam ini kita makan malam di luar?”
“bukan ide yang buruk” Cindy terlihat setuju.
“Dengan senang hati” Yoonjae menimpali.

“Lihatlah, hahaha apa sekarang hari perayaan Nasional, kenapa pria itu berpakaian resmi seperti itu?” Cindy tertawa dengan renyah, memperhatikan sesosok pria di luar sana memakai hanbok indah seperti seorang bangsawan di zaman joseon. Songhyi yang berada di samping cindy dan Yoonjae yang ada di kursi pengemudi memperhatikan sosok yang membuat cindy tertawa itu. Mereka sama-sama tertawa cukup ringan, di dalam pikiran mereka terlintas bagaimana ada orang aneh di zaman modern seperti ini. Apa pria itu tengah mencari perhatian?

Meraka tengah di perjalanan menuju pulang dari makan malam. Jalanan kota seoul tidak terlalu lancar , tidak tau apa yang terjadi di depan sana hingga membuat perjalanan pulang mereka sedikit terhambat.

Di dalam mobil yang tadinya bising oleh suara tawa cindy sekarang kembali senyap, saat bahan tawaan yang membuatnya sedikit menggelitik perutnya kembali tak terlihat. Mereka kembali sibuk dengan pikiran masing-masing.

Yoonjae yang tengan fokus menyetir. Songhyi dan cindy terlihat melamun sambil memperhatikan sesuatu hal di kaca mobil samping mereka. Dalam pikiran Songhyi ingin sekali dia menanyakan yang menjadi pemberitaann adiknya saat ini, tapi hatinya terlalu takut jika cindy harus mengetahui apa yang terjadi.

“Cindy-ah..” Terlihat songhyi ingin berbicara namun Yoonjae mendahuluinya, diapun mengurungkan niatnya kembali.
“Ye?” Cindy menyaut dengan nada cuek di sertai wajah yang tak sama sekali berpaling dari kaca samping mobil itu.
“Kau tau Seoul Internasional Art School?”
Akhirnya saat yoonjae menyebutkan nama tempat itu mata cindy beralih melihat yoonjae. Dan songhyipun memperhatikan segurat penasaran di wajah cindy, seperti tertulis di wajahnya kenapa yoonjae menanyakan sekolah itu. Tanpa cindy menjawabpun yoonjae sudah tau jawabannya kebisuan cindy seakan memberi jawaban ‘iya aku tahu’ dan yoonjaepun kembali berbicara apa yang menjadi alasannya dia menanyakan tempat itu.
“Sekolah itu menginginkan mu, termasuk aku untuk bergabung disana tahun ini, aku menyetujuinya karena bagiku home-schooling selama setahun itu lebih dari bersekolah di dalam penjara!”
“Kenapa kau tidak memberi tahuku yoonjae-ah?” Songhyi yang memberi komentar terlebih dulu, bagaimapun dia kaka tertua dan songhyi tidak terima adiknya mengambil keputusan tanpa memberi tahunya.
“Barusan kau mendengarnya kan Nonna, sekalian saja aku memberi tahumu…”
Namun, Pletakkk! sebuah jitakan cukup keras di dapat yoonjae dari tangan sang nonna, pemuda itupun meringis di sertai satu tangan yang mengusap hasil jitakanya.
“Kenapa kau malah memukulku?” teriaknya kesal. urat di pelipisnya menonjol mendakan yoonjae sedikit emosi.
“Kau memang pantas mendapatkannya!”
“Appooo~”
“Aku tidak mau!” cindy berbicara di tengah kekesalan yang melanda membuat kedua orang itu melihat kearahnya, dan yoonjae menginjak rem dengan tiba-tiba.
“Wae?” Tanya yoonjae dan Songhyi bersamaan.
“Seolhyun bersekolah disana, aku tidak mau satu sekolah dengan dia!”

Cheon songhyi sedikit kembali teringat apa yang akan dia tanyakan tadi. Mengenai Seolhyun, dia membenarkan posisi duduknya dan matanya serius melihat gadis di sampingnya. Cindy terlihat melipatkan tangannya di depan dada wajahnya tertekuk seakan nama seolhyun membuat moodnya rusak dengan seketika.
“Bukankah bagus jika kau satu sekolah dengan seolhyun, semua orang akan berhenti membicarakanmu kalau kau bermusuhan dengan dia.. dan kau bisa kembali berteman dengannya”

Mata cindy sedikit menajam mendengar penuturan sang kaka. Dia terlihat tidak suka. Apa maksudnya menyuruhnya berteman dengan gadis bermuka dua seperti seolhyun? bahkan di mimpi pun cindy tak sudi. jika di dunia ini tersita satu temanpun cindy tidak mau berteman dengan dia.
“Kenapa eonnie tidak sekalian saja menyuruhku untuk tidur bersamanya, berbelanja barang yang sama, berfoto bersama, liburan bersama!” Ucap cindy dengan emosi yang meledak-ledak.
“Kau dulu bersahabat dengannya bukan? menurutku tidak ada salahnya jika kalian kembali akrab”
“Bersahabat? aku bahkan sudah lupa kalau aku pernah bersahabat dengan dia”
“Apa sebegitu bencinya kau dengan seolhyun sehingga kau tidak mau satu sekolah dengannya dan bahkan berani menampar dia di lokasi syuting?” akhirnya pertanyaan yang sengaja Songhyi pendam keluar tanpa terkontrol, membuat suasana di dalam mobil itu semakin memanas dan suhunya seakan naik. Yoonjae terlihat tidak mau ikut campur, namum diamnya dia tidak akan menormalkan kembali suasana yang ada.
“Sudahlah nonna…”
Cheon song hyi dan cindy saling bertatapan seakan matanya saling mengeluarkan percikan api yang mendidihkan isi otaknya. Leher cindy mengeras dia berbicara dengan nada suara bergetar di sertai mata yang sedikit berkaca-kaca.
“Wae?? apa aku salah sudah menamparnya?”
“KAU MASIH BERTANYA HAH?” cheon song hyi naik pitam.
“Nonnaa…” Yoonjae berusaha menengahi namun keadaan terlanjur memanas.
“KAU TIDAK LIHAT BAGAIMANA PEMBERITAAN DI LUAR SANA?? SEMUA MENYALAHKANMU.. MEREKA BILANG KAU BODOH, IDIOT TOLOL! apa aku harus diam saja saat semua orang menggunjing adikku?”

Dan tangisan keduanyapun pecah, songhyi yang tersedu-sedu saat semua yang dia pendam sudah berhasil dia keluarkan. Cindy yang menangis diam entah apa yang gadis itu pikirkan, dan yoonjae yang bingung harus melakukan apa.

Songhyi tidak lagi melihat cindy yang terisak di sampingnya, dia lebih memperhatikan gelapnya malam di luar sana. Hatinya kacau saat ini, menurutnya jika dia sekarang langsung pulang bersama kedua adiknya rasa sakit di kepalanya tidak akan hilang esok pagi. Jalan-jalan mencari sesuatu hal yang bisa menghangatkan tubuhnya adalah hal yang dia inginkan saat ini. mungkin satu atau dua botol soju cukup. Songhyi menghapus sisa air mata di wajahnya hatinya belum cukup stabil diapun tidak tahan jika harus terlalu lama di dalam mobilnya, mendengar cindy terisak membuat kepalanya semakin pening. Saat dia hendak memutuskan keluar dari dalam mobil dan menyuruh yoonjae membawa cindy kerumah secepatnya, saat itupulah tangan songhyi mengurungkan niat untuk membuka pintu mobilnya…
“Aku tidak akan melakukannya jika saja seolhnyun tidak menghina kedua orang tuaku, dia bilang ibuku gila, dia bilang ayahku mati karena ulahnya sendiri. Apa aku harus berteman dengan orang seperti itu… eonnie?” Tanya cindy dengan air mata terus mengalir deras di wajahnya. Dia menangkup wajah oleh kedua tangannya, kemudian terisak-isak dengan keras. Detik berikutnya terdengar suara batingan pintu mobil tertutup. Dengan wajah basah cindy lihat song hyi pergi menerobos gelapnya malam.

Angin malam berhembus dengan kencang, cheon song hyi mulai mengeratkan jaket tebalnya. Angin di musim semi bisa berubah ubah dalam kurun waktu dekat kadang begitu dingin kadang pula tidak sama sekali. Beberapa kedai songhyi lewati sampai kedai yang menjadi tujuannyapun sengaja dia lewati. Entah apa yang di pikirannya , songhyi sendiripun bingung dia hanya ingin menenangkan apa yang ada di dalam hatinya saat ini.

Hari ini begitu membuatnya pusing, memang songhyi sering pusing setiap hari tapi kali ini lain, rasa pusingnya seakan naik beberapa level. Dimulai pekerjaannya yang tak kunjung selesai, cindy dan ceo byun yang berhasil menjadi list dalam sesuatuhal yang membuat otaknya seakan terdapat sebuah kincir angin. terus berputar dan tak kunjung berhenti.

“Hey cepat pergi jangan berdiam seperti itu di depan toko kami dasar orang aneh!”
“Aku lapar, bolehkah aku meminta makanan?”
“Kau pikir negara ini milikmu kau bisa meminta seenak jidatnya! pergi atau aku siram kau dengan air..”

Songhyi berhenti sejenak memperhatikan pertikaian beberapa meter di depannya, dia awalnya tidak mau ikut campur namun ketika mengingat seseorang dengan penampilan aneh seperti itu, otaknya sedikit berpikir. Bukankah itu bangsawan joseon yang tadi? bagaimana dia bisa meminta makanan seperti itu? di lihat dari penampilan pria itu tidak seperti pengemis, bahkan bajunya terlihat rapi dan masih bersih. sungguh aneh. Dia lihat pemuda itu berlajan melambat meninggalkan kedai ayam goreng kedua tangannya memengangi perutnya menandakan dia sangat lapar.

Songhyi masuk kedalam kedai ayam goreng itu. dan setelah beberapa saat dia kembali membawa satu kotak ayam hangat di tangannya. Dia terlihat gelisah melihat kekanan kiri mencari pria itu keseluruh are namun pria dengan penampilan aneh itu tak kunjung terlihat. cepat sekali dia menghilang pikirnya. sampai bidik matanyapun menangkap seseorang di sebrang jalan sana, cukup jauh dari tempat songhyi berdiri. Songhyipun berlari menghindari beberapa orang yang tak sengaja hampir dia tabarak, kemudian menyebrang jalan dengan cepat sampai jarak dengan pria itu sedikit menipis. Dengan napas yang memburu dia Songhyi berteriak
“Tuan..”
pemuda itu berbalik, melihat sesosok gadis berjalan kearahnya. Kemudian tanpa basa-basi Gadis itu menyerahkan sebuah kantong plastik yang tengah di bawanya.
“Ini untukmu..” ucapnya dengan sopan.

Songhyi mengkerutkan kening, pemuda dengan penampilan aneh itu tak kunjung menerima pemberiannya. Dia malah melihat songhyi dengan ekspresi yang sulit di baca. Apa dia merasa terhina atas tindakan yang cheon song hyi lakukan. Jika memang seperti itu songhyi akan meminta maap sebesar-besarnya. Gadis itupun berlahan hendak mengeluarkan permintaan maap namun pemuda itu berhasil mendahuluinya. Dan ucapannyapun membuat cheon song hyi jauh lebih tidak mengerti..
“Agashi…”

#Tbc~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s