[CHAPTER-1] | FRAGMENTS OF SUMMER | Fanfiction

Chapter 1 : small events

Mempercayai adanya sosok Leehwon memang tidak masuk akal. Namun CheonSonghyi akhirnya sadar bahwa sosok yang tak ia percaya adalah cinta sejatinya.

‘Fragments Of Summer’

PicsArt_1443941798073

Cast :
Jun Ji hyun As Cheon Song hyi
Kim Soo Hyun As Lee Hwon / Baek Seung Chan
Iu As Cindy Cheon
Anh Jae Hyun As Cheon Yoon Jae
Seolhyun Aoa As Seolhyun
And Other cast.

Genre: Romance, Fantasy, Drama and sad? Maybe! Gimana feel yang baca saja.
Disclaimer: Semua milik tuhan yang maha esa, ff ini milik saya sendiri dan untuk kim soo hyun? entah milik siapa akhirnya 😉 akkk.

Happy reading all~

“Ceritakan aku tentang putri raja dan burung peliharaannya itu umma?” Sosok mungil itu merengek manja. Di atas tempat tidurnya yang nyaman dia di dekap dengan erat oleh seorang wanita dengan pesonanya yang begitu cantik di umurnya yang tidak lagi muda itu.

Wanita yang nampak seperti bidadari dunia itu menarik selimut lebih tinggi, dia membenarkan posisi sang putra agar memberi rasa nyaman dalam dekapanya “Baiklah aku akan menceritakannya untukmu?” Ucapnya dengan lembut.

‘Pada zaman dahulu .. wanita itu memulai dia berkata di sertai matanya yang menatap langit-langit kamar seakan ceritanya tergambar di atas sana. Sementara sang putra mendengarkan dengan seksama, matanya memperhatikan satu titik yang akan menyambungkan kedalam imajinasi pikiranya.

..Saat kehidupan di bumi belum sepadat saat ini, ada seekor burung parkit kecil hidup di istana langit, burung itu adalah burung peliharaan putri raja pemberian dari mendiang halmoninya. Putri raja itu mengurus sang burung dengan baik, memberinya makan tiap hari, merawatnya dan kadang-kadang mengajaknya bermain dia sangat menyayangi sang burung sampai-sampai putri raja itu memberikan burung itu sebuah nama’

“Siapa nama burung itu umma?” Sosok mungil itu bertanya, matanya beralih melihat kearah sang umma berada untuk mencari jawaban. Wanita cantik itu berhenti sejenak, dia tersenyum melihat raut penasaran sang putra di sentuhnya ujung hidungnya dengan gemas “Sama dengan namamu, sayang”

Wajah sang putra berbinar, ada rasa bahagia tertanam disana “Uwaah, benarkah?”

Sang umma mengangguk dengan senyuman yang tak hilang di wajahnya. Iapun kembali melanjutkan ceritanya saat sang putra kembali bertanya apa yang terjadi selanjutnya?

‘Namun sewaktu ketika, saat putri raja jatuh sakit burung itu terbengkalai. Tidak ada lagi yang merawatnya, tidak ada lagi yang memberinya makan sampai dia kelaparan. Dan akhirnya burung kecil itu mencari makan sendiri untuk melanjutkan hidupnya. Semenjak sang putri raja sakit, setiap hari dia pergi untuk mencari makan dan akan kembali ke istana saat dirasa perutnya sudah kenyang. Karena burung parkit kecil itu tahu putri raja akan kembali sembuh dan merawatnya seperti dulu lagi’

‘Hari terus berganti, burung itu tetap setia menunggu kesembuhan sang putri namun hal yang dia tunggu tak juga datang. Penyakit putri raja semakin parah, paras cantiknya yang dulu bagaikan bunga mekar di pagi hari hilang sudah tergerogoti penyakitnya sendiri. dia bahkan tak lagi bisa berdiri hanya tergolek pasrah di ranjang tidurnya dengan wajah seputih mayat. Burung itu bersedih dia mencari cara agar putri raja bisa sembuh namun caranya tidak membuahkan hasil dia hanya seekor burung yang lemah dan tidak bisa apa-apa. Sampailah terdengar kabar dari seorang tabib istana, putri raja bisa sembuh dari penyakit misteriusnya hanya dengan satu obat yaitu memakan daging burung parkit hijau bercorak gold. Awalnya sang burung tidak percaya, Namun dia berpikir inilah takdirnya dan sudah saatnya dia membalas budi sang putri. Tapi sang putri justru menolaknya saat pengawal istana mencari burung parkit hijau bercorak gold, putri raja sadar itu burung miliknya, peliharaannya. Dia dengan kekuatan seadanya berjalan tertatih kearah jendela dimana sangkar burung tergantung selama ini disana. Napas putri raja memburu dadanya naik turun seakan takut penghuni istana mengetahui keberadaan burung itu. Dia perlahan membuka sangkar burung itu dan melepaskan sang burung keluar jendela, dengan keringat di sekujur tubuhnya sang putri menatap sedih burung yang tak mau terbang lebih jauh darinya itu. dia berucap dengan suara lemah ‘Pergilah jangan pernah kembali tidak ada lagi yang akan mengurusmu disini, aku tidak mau kau tertangkap , cepat pergi carilah kehidupanmu di luar sana’ Putri raja menangis kemudian dia mengambil sebuah belati dan menggoreskan ke tangannya sendiri. Dia lebih memilih mati ketimbang harus mengorbankan burung peliharaannya. Lantas sang burung terbang lebih dekat kearah sosok yang kini sudah tak bernyawa itu. Dia bersedih menatap sang putri kemudian terbang keluar jendela dengan hati yang terus bergumam bahwa burung itu berjanji akan menemuinya di masa depan dan menyelesaikan takdirnya. Setelah beberapa minggu di tinggalkan putri raja burung itu tidak lantas pergi begitu saja dari istana , dia tinggal di atas pohon mahoni di mana pohon itu terletak di depan jendela kamar mendiang sang putri. Setiap pagi burung itu selalu memperhatikan jendela sang putri, berharaf ada seorang wanita cantik dengan parasnya yang menawan kembali membukanya. Sampai pada akhirnya burung itu mengambil pilihan dia meminum air keabadian dari dalam istana, karena menurutnya jika dia hanya terdiam seperti ini , burung itu tidak akan pernah bertemu sang putri di masa depan dan cepat atau lambat sang burung akan menemui ajalnya juga. Setelah meminum air keabadian dia bahagia dan terbang kelangit lebih tinggi karena dia akan hidup lebih dari seribu tahun lagi dan impiannya membalas budi sang putri akan menjadi kenyataan dimasa depan’

                   ‘Fragments Of Summer’

Pagi hari. Dimana semua orang terbangun dengan rasa lelah dan malas untuk beranjak dari tempat tidurnya yang nyaman. Ranjang dan tubuh bagaikan terekat lem susah sekali di pisahkan di tambah selimut tebal yang seakan menjadi penyemangat untuk kembali tertidur dan melanjutkan mimpi yang terpotong. OH! andaykan pekerjaannya bisa di delay hari ini wanita dengan rambut sebahu itu mungkin sudah melakukan tindakan demikian.

Cheon song hyi terbangun dari rasa ngantuk yang seakan menyandra tubuhnya saat ini. Badannya bangkit dan mengambil posisi duduk di atas tempat tidur. Kemudian wanita itu menggeliat sambil menguap lebar. Hal yang sering di lakukannya setelah bangun tidur dan itu cukup membuat rasa malasnya hilang sedikit, Yeah! hanya sedikit. Dia kemudian mengucek kedua matanya, untuk menstabilkan penglihatan yang ada. Dengan keadaan yang belum sepenuhnya pulih Cheon song hyi melihat sekitarnya. Hal pertama yang ia tangkap oleh pikirannya adalah gelap. Ruangan kamarnya masih gelap hanya di terangi lampu dari arah meja nakas, dan itu tandanya matahari belum muncul. Jam berapa sakarang? terlintas pertanyaan itu di dalam benak cheon song hyi. Takutnya dia terlalu kepagian bangun hari ini. Sesaat dia mengalihkan pandangannya kearah dimana jam dingding berada, tepat jam lima lebih lima belas menit BINGGO! Wanita itu menekuk wajahnya di sertai hembusan napas kesal, dia bangun terlalu pagi. SIAL! padahal tadi cheon song hyi sedang enak-enaknya bermimpi indah, Yeaah.. walaupun dia lupa tadi mimpi apa. akk~

Sedikit ada niat untuk kembali tertidur. Namun niatan itu kembali terurung saat dirasa mata cheon song hyi telah hilang dari rasa ngantuk. Hah! terpaksa untuk dua jam yang akan datang dia harus mencari kegiatan sementara. Dan nonggkrong di internet untuk membaca berita yang hangat adalah hal pertama yang akan di lakukannya di jam lima pagi ini.

Dia mengambil sebuah tab berukuran sepuluh inc di meja samping tempat tidurnya. Wanita itu mulai mencari beberapa situs web yang sering dia kunjungi yang selalu menyajikan berita terupdate setiap harinya. Namun hatinya seakan terhantam batu besar saat beberapa judul artikel yang menjadi trending topik hari ini tak sengaja di bacanya.
‘Si Urakan Cindy kembali membuat ulah’
‘Cindy vs Seolhyun’ dan masih banyak lagi judul-judul artikel yang di muat dalam internet itu. Cheon song hyi geram seketika, di atas kepalanya seperti ada bara api yang seakan mendidihkan isi otaknya. Apa-apaan ini? pikirnya. Sehari dia tidak mengurusi Cindy kenapa muncul berita murahan seperti ini? Kemarin seingat cheon song hyi cindy satu projeck bareng dengan seolhyun. Dia mendapat tawaran iklan untuk mempromosikan produk permen karet terbaru. Cheon song hyi tidak tahu kondisi syutingnya seperti apa karena dia ada pekerjaan lain di luar mengurusi Cindy sebagai menegernya. Diapun tak lantas diam membiarkan Cindy seorang diri di lokasi syuting ada adiknya yang lain Yoonjae yang di tugaskannya untuk mengawasi Cindy selama cheon song hyi tidak ada. Yoonjaepun tak banyak bercerita kemarin sore setelah kepulangannya pemuda itu hanya berkata dengan singkat bahwa ‘Syuting berjalan dengan lancar’ dan cheon song hyi mempercayai apa yang dia katakan.

Apa berita-berita ini rekayasa? memang mengingat Cindy dan seolhyun tidak terlalu akur, bisa saja para jurnalis itu mengada-ngada demi mendapat sebuah keuntungan. MENGESALKAN! dengan rasa ingin tahu yang lebih tinggi dari rasa tidak pedulinya, Cheon song hyi akhirnya membaca satu berita tentang sang adik, Cindy. Dia ingin tahu bagaimana kejadiannya berita ini bisa muncul.

Mata Cheon song hyi terbelalak lebar, napas yang tadinya tenang kini memburu bahkan rasa hantaman di dalam hatinya semakin jelas terasa saat satu kalimat berhasil membuat urat matanya seakan putus satu persatu.
‘Entah apa masalahnya, Cindy tiba-tiba menampar dengan keras pipi seolhyun membuat gadis pemalu itu menangis. Memang tidak ada foto sebagai bukti penamparan tapi ada salah satu fans seolhyun yang tak sengaja melihat kejadiannya di lokasi syuting’

“Aku tidak mau tahu alasannya, kenapa kau tidak menceritakan kejadian ini padaku? hey.. bukankah aku sudah bilang kemarin? awasi cindy dan ceritakan setiap apa yang dia lakukan!” Teriak cheonsonghyi dengan keras membuat si pendengar sedikit menggesek satu telinganya. Mimpi apa dia semalam sehingga mendapat amarah sang nonna di pagi buta seperti ini. Dengan rasa kantuk yang jelas terlihat Yoonjae membalas amarah cheon song hyi dengan kesal. Bagaimana tidak kesal, Cheon song hyi tiba tiba datang mendobrak pintu kamarnya dan memaksanya terbangun, untuk mendengar setiap omongan yang sama sekali Yoonjae tak mengerti. Apa sang Nonna kerasukan?
“Apa yang kau katakan? aku bahkan tidak mengerti kau sedang membicarakan apa Nonna?”
“Cindy! berikan aku satu alasan untuk berita mengesalkan itu?” Cheon song hyi berkata di sertai sebuah tab yang dia lemparkan keatas pangkuan Yoonjae. Membuat pemuda itu berdesis dan mengambil tabnya dengan rasa malas.

Yoonjae membacanya keningnya berkerut tanda tak mengerti. Setau dia tidak terjadi apa-apa di lokasi syuting, memang Yoonjae tidak mengawasi Cindy setiap detik tapi dia yakin Cindy tidak melakukan tindakan seperti di dalam artikel ini. Memang sikap Cindy terlalu jutek pada seolhyun tapi gadis itu tidak akan melakukan tindakan yang membuat namanya jelek, bagaimanpun juga cindy bisa menyembunyikan emosinya meskipun dia sedang sebal terhadap seseorang.

Yoonjae lihat sang Nonna melipatkan tangannya di depan dada dengan ekspresi wajah seperti seorang kanibal yang akan menelan Yoonjae hidup-hidup. Diapun menstabilkan napasnya dan memberikan penjelasan sesantai mungkin “OH Tuhan! apa berita ini yang membuatmu datang pagi-pagi kemarku?”

“Aku menyuruhmu menjelaskan, Yoonjae-ah”

“Ayolah Nonna, apa cindy baru sehari terjun di dunia hiburan? Semua ini sering terjadi, yang menyukai cindy banyak, yang membencipun tak kalah banyak, kau tak mencium didalam berita itu tercium bau fitnah, tenanglah aku yakin berita berita itu akan meredup seminggu kedepan”

“kau menjanjikan apa atas ucapanmu?”

“Nama baik Cindy!”

Gadis itu tersenyum memperhatikan bayangannya sendiri dalam pantulan cermin. Dengan balutan sebuah Switer biru yang melebihi ukuran tubuhnya dan sebuah hotpants yang hampir tertutupi oleh switer itu. Dia memperbaiki rambut sepertengahan punggungnya dan memberikan hiasan sebuah bando di disana untuk menambah kesan manis pada dirinya.
“Hey pria beruntung, kau tidak akan menyesal mendapatkanku” Ucapnya dengan percaya diri membuat dia setelahnya tertawa cukup keras.

Tanpa dia sadari seseorang sedari tadi memperhatikan tingkah lakunya. Orang itu berjalan mendekati sang gadis membuat gadis manis itu memperhatikan bayangannya dalam cermin yang sama.
“Dari sisi mana yang membuat seorang pria beruntung mendapatkanmu?” Ujarnya di sertai tangannya yang mengacak lembut rambut si gadis, membuat gadis itu mendelik dan tatapannya menajam dalam cermin. Pemuda itu tertawa kecil dibuatnya.

“Kau membuat rambutku rusak, Yoonjae-ah!”

Kali ini giliran Yoonjae yang mendelik. Dia mengalihkan perhatiannya pada wujud sesungguhnya, disampingnya. Tanganya kali ini mencubit satu pipi si gadis dengan gemas “Kau seharusnya memanggilku dengan sebutan oppa, bagaimanapun juga aku lebih tua dua jam darimu” Ucapnya.

Cindy meringis, gadis itu dengan cepat menjauhkan tangan sang oppa dari wajahnya. Diapun memberi perlindungan untuk kedua pipinya takut-takut Yoonjae mencubitnya lagi.
“Kau ingin aku menyebutmu oppa? berkhayal” Ujar cindy dengan nada menangtang.
“Kau berani padaku hah?” Yoonjae bertanya terkesan marah yang di buat-buat, membuat cindy seakan tidak mau kalah dia perlahan mengambil ancang-ancang dan kemudian berlari menjauhi Yoonjae “Kenapa tidak!” Teriaknya di sertai tubuh yang terus berlari. Dan akhirnya merekapun saling kejar mengejar seperti seekor tikus dan kucing. tanpa mereka sadari seorang wanita tersenyum diambang pintu sambil memperhatikan moment menyenangkan itu.

#Tbc

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s