[OneShot] After a Long Time Has Passed|SooShin|

“Kau menyukai-ku?”

Gadis itu tertunduk, menyembunyikan setiap apapun yang terlihat di wajahnya. Semburat merah menghiasi sekitar pipinya yang chubby, rasanya panas seperti bara api sedang berkumpul disana. Hatinya berdebar kencang namun dia berusaha untuk tidak terlihat grogi di hadapan pria yang menjadi pujaan hatinya selama ini. Kepalanyapun hanya mampu mengangguk pelan untuk menanggapi jawaban sang pemuda di sertai senyuman yang tak hilang di balik wajahnya yang tersembunyi.

Wajah pemuda itu tetap datar, sama sekali tidak terlihat rasa bahagia saat sang gadis menanggapi apa yang dia tanyakan. Dia menatap gadis itu dengan tatapan kosong, di dalam pikiran nya pemuda itu tengah merangkai satu kalimat yang pas untuk di ucapkannya.
“Berhenti menyukai-ku shinhye-ssi” Dan suara bass itupun kembali terdengar di lorong sekolah yang sangat sepi itu. Dengan nada yang lebih tinggi dan di sertai sebuah penekan tajam yang seakan menusuk uluh hati gadis itu dengan tiba-tiba.

Dia tertegun.
Detak jantungnya perlahan mengurangi temponya.
Wajahnya terangkat melihat pemuda itu, dengan tatapan tak percaya. Setangkai bunga yang dia pegangpun jatuh di sisi kakinya.

Matanya berkaca-kaca, rasa perih itu jelas tidak tertahankan lagi, seakan angin kencang berserta debu yang tidak terlihat menyerang matanya dengan sengaja dan membuatnya saat ini ingin sekali menangis, namun gadis itu berusaha menahan agar air matanya tidak tumpah saat itu juga.
“W-wae-yeo?” Tanyanya di sertai bibir yang bergetar. Ada rasa sakit yang mengganjal di hatinya rasa yang seakan menjalar ke tenggorokannya membuat suaranya bahkan sangat susah untuk dia keluarkan. Gadis itupun hanya mampu meremas ujung rok seragam yang dia kenakan, untuk menyalurkan segala apapun yang tengah di rasakannya.

Kimsoohyun nama yang tertulis di name tag seragam pemuda itu. Dia tak berniat menyakiti siapapun di sekolah ini, begitupun dengan gadis di hadapannya. Sama sekali tidak terbesit di dalam pikirannya untuk melakukan semua ini. Soohyun tau gadis itu akan terluka dengan apa yang dia katakan, pemuda itu sudah memikirnya dan akan mengambil setiap konsekwensi yang dia lakukan. Memang menyukai seseorang itu hak siapapun tapi, jika kita terlalu berlebihan dan membuat orang tersebut merasa terganggu bagi kimsoohyun itu tidak bisa di biarkan begitu saja.
“Kau mungkin tau, jika aku menyukai Ji-hyun Nonna!”

  “A-apa rasa s-suka ku mengganggumu? A-aku bahkan tidak pernah muncul di hadapanmu, tidak pernah mengganggu apa yang kau lakukan. Bahkan ini pertama kalinya kita mengob-rol” Shinye kembali tertunduk kali ini tangisannya pecah. Dia tidak kuat menahan segala rasa sakitnya.

  “Kudengar Ji-hyun Nonna tidak terlalu menyukaimu, memang kau tidak pernah mengganguku, tapi mau sampai kapan kau menyukaiku shinhye-ssi? sementara aku tidak akan pernah bisa membalas perasaanmu, dan sudah saatnya kau membuangnya, hidupmu masih panjang”

Park Shinye dengar, bait bait kata yang keluar dari mulut kimsoohyun seakan berubah menjadi sebuah belati tajam yang perlahan-lahan saling menusuk untuk menyerang hatinya saat ini, membuat gadis itu tidak bisa menahan rasa sakit di area jantungnya dan perlahan satu tangan yang meremas rok itu berpindah ke dada sebelah kirinya. Dia meringis di sertai bibir yang terkatup berusaha menahan agar isakan-isakan perih itu tak keluar dari mulutnya.

Air mata yang jatuh.
Koridor sekolah yang sepi.
Dan waktu yang seakan berjalan pelan.
Menjadi saksi apapun yang Parkshinhye rasakan saat ini. Perlahan sepasang kaki yang berdiri kokoh itupun goyah, badan gadis itu kehilangan keseimbangan, satu tangannya berusaha mencari pegangan pada tembok di sisi tubuhnya. Dia terus meringis merasakan nyeri yang tidak tertahankan di area jantungnya, remasan tangannya semakin kencang sampai butiran-butiran keringat muncul membasahi pelipis dan lehernya.

Reaksi pertama yang di lakukan manusia saat melihat orang yang tengah kesakitan Mungkin akan berusaha menolong semampu yang dia bisa. Begitupun yang di lakukan Kim Soo hyun, pemuda itu awalnya mengira Park shin hye tengah bersandiwara, gadis itu mungkin ingin mencari perhatian atas sakit hati yang dia terima. Tapi kenyataannya tidak, di lihat dari wajah yang semakin memucat dan tangan kanan yang terus meremas dadanya dia memang benar tengah sakit bahkan Shinhye hampir saja terjatuh jika pemuda itu tidak segera menariknya, menahan tubuh gadis itu di saat semua tenaganya telah hilang.
“Kau tidak apa-apa?” Tanya Soohyun dengan rasa khawatir.

Shinhye sesaat melihat kearah pemuda itu, mereka sangat dekat. Bahkan dia bisa merasakan napas Kimsoohyun yang hangat berhembus di kulit wajahnya. Gadis itupun sadar, tidak seharusnya dia dan Kimsoohyun berada sedekat ini. bukankah barusan dia baru saja hendak melakukan perjanjian? Shinhyepun segera melepaskan tangan Kimsoohyun di tubuhnya dan mundur untuk menciptakan jarak di antara mereka.
“Aku tidak apa-apa. jika tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan kau boleh pergi, dan kau tidak perlu khawatir aku akan berusaha melupakanmu” Ucapnya berbohong.

Ada segurat rasa heran di wajah Kimsoohyun, ntah kenapa dia tidak percaya dengan kalimat ‘tidak apa-apa’ yang di katakan gadis ini meskipun sekarang Shinhye sudah terlihat membaik.
“Apa benar kau tidak apa-apa?”

  “Ye, aku bisa mengatasinya. pergilah! bukankah kau bilang ji-hyun unnie tidak menyukaiku? dia akan marah jika melihat kita seperti sekarang”

  “Tapi Shinhye-ssi?”

  “Ini sudah sering terjadi padaku, kau tidak perlu mencemaskanku Soohyun-ssi, pergilah.. kecuali jika kau bersikeras ingin tetap disini, mungkin aku yang harus mengalah untuk pergi. Permisi”

Gadis itupun berlalu pergi, meninggalkan KimSooHyun yang hanya diam mematung. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut pemuda itu, dia membisu membiarkan sang takdir yang memainkan perannya.

KimSoohyunFF
Rated: Fiction T – Indonesia – Romance/Angst – KimSooHyun, ParkShinhye Slight Jun-Jihyun – OneShot
Disclaimer: Tidak ada pengakuan KimSoohyun milik saya. Dia tetap milik orang tua dan tuhannya.
WARNING: OOC/ dan sederet kesalahan yang di lakukan Author amatir ini.

PicsArt_07-15-05.25.20

~After A Long Time Has Passed~

‘ Ketika aku berjalan melintasimu ‘

Bunga cherry blosom itu berguguran menyisiri rambut gadis yang saat ini tengah terduduk di bangku taman yang cukup sepi. Dia termenung menyaksikan keindahan bunga-bunga merah muda di atas kepalanya.

‘ Seharian penuh hatiku terus bergetar ‘

Bibirnya tersenyum simpul. Senyuman cukup sederhana namun ntah kenapa wajahnya terlihat bahagia. Seakan banyak hadiah yang di dapatkannya hari ini.

‘ Sendirian, aku memikirkanmu ‘

Dia kemudian mengeluarkan satu kaleng minuman di dalam tas yang berada di atas pangkuannya. Dan menyimpan minuman itu di samping tempat duduknya.

‘ Selalu saja tersisa kenangan bersamamu ‘

Gadis itu kembali tersenyum.

‘ Bahkan layaknya kebetulan kita bertatapan ‘

Dia mengalihkan pandangannya sesaat kemudian menarik napas yang cukup panjang.
“Yang aku takutkan akhirnya terjadi, kau..” Gadis itu kembali melihat minuman kaleng di sampingnya “Menyuruhku untuk tidak lagi menyukaimu! Aku tidak bisa melakukannya, karena bagiku lebih baik jika kau menyuruhku untuk menghilang dari hadapanmu saja, selamanya…”

Alunan lagu di sebuah cafetaria sekolah, sedikit memberi rasa nyaman pada anak-anak yang menikmati hidangan makan siang di sekitar sana. Tempat itu luas dengan banyak meja bundar berbeda-beda warna yang memiliki masing-masing empat buah kursi di setiap mejanya.
Setiap memasuki Jam istirahat antara pukul 12.00 sampai pukul 13.30 siang. Cafetari itu akan padat di huni lautan manusia yang rata-rata bersekolah di Seoul International High School. Yeah memang tempat itu bisa di katakan Kantin utama sekolah international itu.
Seperti yang di lihat sekarang orang-orang saling berdesak-desakan demi seporsi makanan untuk mengganjal perut mereka yang saling berdemo meminta isi.

Disaat yang lain mengisi piringnya dengan hidangan yang bisa membuat perutnya seakan membengkak hanya beberapa saat. Gadis itu terlihat lain, gadis yang terduduk di meja nomor 24, hanya mengisi piring persegi panjang berwarna aluminium itu dengan salad buah dan sekotak susu kecil. Dia sama sekali tidak merasa tergiur dengan hidangan teman-teman satu mejanya yang bisa membuat air liur keluar meski hanya melihatnya selama satu detik.

  “Kau tidak makan lagi hari ini, Nonna?”

Meja yang di huni tiga orang itu mendadak terdiam dari apapun yang sedang mereka bicarakan, saat seorang pemuda bergabung mengisi satu kursi kosong yang tersisa di antara mereka.
Kimsoohyun memperhatikan gadis yang ia panggil dengan sebutan ‘Nonna’ itu. Gadis itu menusuk buah semangka dengan garpu yang dia pegang dan memakannya perlahan.

  “Aku tidak mau berat badanku naik lagi hanya karena makan siang hari ini” Ucapnya masih dengan mulut yang mengunyah buah tersebut.

Ada gadis lain yang tersindir atas kalimat yang di katakan gadis itu. Gadis yang memiliki badan cukup tambun yang terduduk di sebelah kiri gadis pemakan salad buah tersebut. Gadis yang semenjak kedatangan kimsoohyun mendadak jadi pendiam dan lebih menikmati makanannya sendiri, padahal ini bukan kali pertamanya mereka makan bersama.
“Kau… menyindir berat badanku jihyun-ahh?” Ujar gadis tambun itu, disertai sepasang sumpit yang dia lepaskan dari tangannya berpura-pura seakan gadis tambun itu mendadak tidak napsu makan hari ini.

Tiga orang lainnya tertawa, bahkan kimsoohyun yang memiliki catatan bercandaan yang buruk juga ikut tertawa meskipun hanya sebatas tawa ringan dari bibirnya.

  “Kau tidak mau menghabiskan makananmu?” Kini giliran si gadis berambut pendek yang terdengar bersuara. Alih-alih dia akan menghabiskan bento yang tersisa di piring gyu-ri si gadis berbadan tambun itu. Harapan sebuah anggukan yang di inginkan Sa-rang, namun Gyuri malah memberinya sebuah pelototan yang seakan berbicara ‘Kau makan berarti mati’ membuat Sarang rasanya merinding tercampur geli melihat tingkah sahabatnya “Kukira, kau ingin berdiet seperti ji-hyun” lanjutnya lagi yang kembali di sambut tawa oleh Junjihyun dan Kimsoohyun.

  “Ohiya, apa kalian sudah merencanakan liburan tahun baru nanti?”

Sarang dan Kimsoohyun mendadak berhenti dari acara makan yang tengah mereka lakukan, mereka berdua melihat Junjihyun dengan tatapan yang sulit di artikan. bahkan Gyuripun di buat tersedak mendengar kalimat yang di ucapkan gadis itu. Dia segera menegak kotak susu miliknya dengan rakus.

Melihat ekspresi teman-temannya yang aneh junjihyun sedikit bingung dan kembali menanyakan apa yang menjadi kesalahan atas pertanyaan nya itu “Waeee? ada yang salah dengan pertanyaanku?” Tanyanya tidak sadar.

Gyuri berdesis, dia mencomot bento di piring oleh sumpit dan memakannya dengan sedikit kesal.
“Sekarang bulan Apa di kalendermu?”

  “Jully”

  “Dan kau menanyakan liburan tahun baru lima bulan sebelumnya? kau tidak sakitkan ji-hyun-ah?”

Wajah junjihyun tertekuk, kimsoohyun menyadari semua itu. Gadis itu memang cantik tapi otak dia tidak seperti penampilan nya yang anggun. Dan teman-teman nya terkadang mengusilinya hanya karena Junjihyun memiliki pemikiran yang berbeda dari mereka. tapi itulah yang Kimsoohyun suka dia tidak perduli meskipun gadis ini bisa di katakan kurang pintar. bukankah cinta saling melengkapi?

  “Maksud jihyun Nonna mungkin kita harus mulai merencanakannya dari sekarang” Soohyun tersenyum pada junjihyun membuat gadis itu membalas senyuman pemuda di sampingnya, dan seakan bangga kepada teman-temannya bahwa omongannya tidak semuanya salah. Dia menyetujui apa yang kimsoohyun katakan “Kau sudah merencanakannya nonna? kemana?”

Masih dengan senyuman yang merekah dari bibirnya dia bersiap menjawab pertanyaan dari pemuda yang lebih muda dua tahun darinya itu, junjihyun menangkup kedua tangannya di depan dada matanya melihat ke langit-langit seakan sedang menghayalkan rencana tahun barunya nanti.
“Paris” dia kemudian mengalihkan matanya pada kimsoohyun dan tangan gadis itu memengang tangan pemuda di sampingnya. Membuat kimsoohyun terkesiap, pemuda itu berharaf ini semua bukan mimpi jika benar junjihyun akan menghabiskan malam tahun barunya di paris bersamanya nanti.
sampai..
“Wonbin oppa mengajak-ku kesana soohyunie” Junjihyun histeris mengungkapkan itu semua.

Dan?
DEG!!!
Kimsoohyun hanya dibuat terdiam tak percaya.

  “Kenapa kau membereskan semua barang-barangmu? apa kau akan pindah sekolah?”

ParkShinye terdiam sejenak untuk melihat seseorang disampingnya. Dia tersenyum kemudian menggeleng pelan dan kembali melakukan apa yang tengah dia kerjakan.
“Aku hanya akan pergi untuk sementara waktu”

Gadis di samping parkshinye terlihat mengerutkan kening, Nampak dia tak puas dengan jawaban temannya dan kembali melayangkan pertanyaan.
“Kemana?”

  “Rumah sakit” Jawabnya dengan santai.

  “Mau apa kerumah sakit? Aneh sekali, jika hanya pergi ke rumah sakit buat apa kau membereskan semua barang-barangmu?”

Shinhye menutup pintu lokernya saat dirasa semuanya sudah selesai. Dia melihat sang teman yang nampak kebingungan dengan perkataan tak jelas yang dia ucapkan.
“Aku sakit parah!” ucapnya setengah berbisik.

Namum,
semua itu sukses membuat satu-satunya orang yang mendengar apa yang shinye ucapkan terkaget bahkan gadis itu berteriak ‘APA?’ cukup keras.
“Kau pasti bercanda shinhye-ah” tanyanya tidak percaya.

  “Apa sebuah penyakit harus menjadi sebuah candaan? kau akan percaya suatu hari nanti”

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti dengan bulan bulan berikutnya. Semuanya sudah berlalu. Takdir sudah melakukan apa yang KimSoohyun inginkan. Gadis itu? ParkShinhye akhirnya melakukan apa yang Soohyun katakan. Dia berhenti menyukainya dan bahkan Parkshinhye menghilang dari hadapan pemuda itu.

Sehari?
tidak!
Seminggu?
tidak!
Satu bulan? lebih, ini sudah hampir empat bulan gadis itu menghilang. Tidak ada kabar bahkan sekolah seakan bungkam menyembunyikan semua tentang gadis itu. Apa sebenarnya yang terjadi? bukankah seperti ini yang soohyun inginkan?

Terakhir kali Kimsoohyun melihat dia empat bulan yang lalu sehari setelah kejadian di koridor sekolah. Dia nampak bergurau dengan mesim minuman, gadis itu tertawa renyah dan dengan konyolnya berkata bahwa dia akan merindukan mesin minuman itu.

Dan setelahnya?
Dia menghilang, meninggalkan meja yang berdebu. meninggalkan bayang-bayang yang selalu menghantui hari-hari kimsoohyun. Dan, meninggalkan senyum yang pemuda itu sadari sangat cantik.

Park shin hye lenyap bagai tertelan bumi
‘Bagaimana kabarmu Shinhye-ssi?’

Kimsoohyun nampak terdiam di mejanya. Buku matematika yang dia buka, mendadak tidak di hapalkan nya. Konsentrasinya seakan hilang, otaknya pun tak kunjung berhenti memikirkan sosok gadis yang dia sendiripun seakan lupa bagaimana wajahnya sekarang. Sesekali pemuda itu menengok ke belakang berharap gadis yang di pikirnya sudah terduduk seperti biasa di meja paling pojok sana.

Soohyun ingat, saat dia tak sengaja melihatnya. Gadis itu akan tertunduk menyembunyikan wajah cantiknya di balik rambut hitamnya yang tebal. Disaaat ada jam kosong dia akan termenung di bingkai jendela kelasnya, menyaksikan daun pohon maple yang berguguran. Dan di saat seorang guru menyuruhnya kedepan kelas dia akan berjalan memperhatikan sepasang sepatunya saat gadis itu melewati meja kimsoohyun.

Sekarang semua itu tlah hilang. Sosok yang sebelumnya tak diakui kimsoohyun perlahan-lahan menjadi sosok yang paling di rindukannya saat ini.

Seminggu sebelum memasuki tahun baru, Sekolah sudah mulai tidak terlihat ramai. Murid-murid sudah meliburkan diri sebelum hari libur itu tiba. Mereka beranggapan tidak ada hal penting untuk datang ke sekolah, ujian sudah selesai mereka hanya tinggal melihat nilai hasil akhir dan itu bisa di lakukan lewat media online web sekolah, tidak perlu repot-repot datang kesekolah dan menunggu hasil itu tiba di papan informasi. zaman sudah terlalu canggih sudah bukan saatnya lagi manusia gagal terhadap perkembangan teknologi yang serba instan ini.

Tapi tidak dengan Kimsoohyun, pemuda itu tetap tekun datang kesekolah sampai detik ini. Dia tidak peduli saat orang-orang sudah bersiap untuk merayakan malam pergantian tahun, sementara dirinya masih belum merencanakan akan kemana dia pergi nanti.

Hatinya sendiri saat ini.
Wanita yang sangat dicintainya sudah terbang jauh ke negri orang, untuk merayakan malam spesial itu bersama pria yang di cintainya. Kimsoohyun pria yang tidak berguna bahkan dia tak berniat membatalkan liburan sang Nonna di paris bersama woonbin. Kesempatan selama empat bulan itu dia sia-siakan begitu saja. Bahkan untuk sekedar berkata ‘tidak maukah Nonna menghabiskan malam nanti bersamaku?’ mulut kimsoohyun seakan sulit untuk mengucapkannya. Dia bukan pria Gentlemen yang bisa membuat hati seorang gadis berbunga-bunga, yang pandai memainkan kata cinta pada wanita yang di cintainya. Kimsoohyun hanya lelaki Introvert yang tak sengaja bisa dekat dengan sang Nonna, meskipun gadis itu hanya menggap kimsoohyun sebagai adiknya, bagi kimsoohyun itu sudah lebih dari cukup. Karena jika suatu hari nanti pemuda itu memberanikan diri mengungkapkan perasaannya yang terpendam, dia pastikan Jihyun Nonna tidak akan sedekat seperti sekarang ini.

Kimsoohyun terduduk di mejanya, ruang kelasnya bahkan sudah kosong hanya ada beberapa teman sekelasnya yang soohyun lihat masih berkeliaran di sekolah ini. Dia melihat sekeliling ruang kelasnya itu, sungguh berbeda seperti ada yang kurang. tapi apa??? penglihatannya pun berhenti pada meja di ujung ruangan sana, meja berdebu yang sudah lama di tinggalkan pemiliknya. Kimsoohyun memperhatikan meja itu, cukup lama namun ntah kenapa dia merasa ada yang aneh pada hatinya saat melihat meja itu, seperti sepihan kaca sedang membuat luka luka kecil di dalam sana.

Dia benar-benar menghilang.
tanpa kabar yang pasti, dan meninggalkan seseorang yang tengah menunggu kedatangannya disini.

Dia meninggalkan semuanya, bahkan ujian akhir kali inipun dia tinggalkan. lokernya kosong, hanya tersisa minuman kaleng di dalam sana. Minuman yang soohyun tau selalu menjadi temannya disaat jam istirahat. minuman kaleng yang di tinggalkan selama lima bulan lamanya dan minuman kaleng yang merindukan pemiliknya.

Pernah suatu hari kimsoohyun bertanya pada teman dekat gadis itu, ‘Apa parkshinhye baik baik saja saat ini?’ namun jawaban teman shinhye sungguh di luar apa yang kim soo hyun pikirkan.

  “Apa urusanmu menanyakan ParkShinhye?”

Dia berkata dengan nada yang begitu ketus. Yeah! memang benar, apa urusan pemuda itu menanyakan kedaan parkshinhye? memangnya jika gadis itu mengatakan keadaan parkshinhye yang sebenarnya, Kimsoohyun akan datang buat melihatnya? tidak! Dan kalimat berikutnya yang di katakan gadis itupun membuat hati pemuda itu tertohok.

  “Kau tidak usah berlaga mencemaskannya, gadis itu sekarang tengah mengistirahatkan hatinya dari rasa sakit!”

Demi harga diri ibunya, ntah kenapa kimsoohyun merasa sedih meskipun dia tidak sampai mengeluarkan air mata, saat gadis itu berkata demikian bibirnya terisak, air matanya keluar dengan cepat diapun lantas berlari meninggalkan kimsoohyun dengan sejuta tanya di hatinya.

….

  “Kau.. kimsoohyun?”

Pemuda itu terdiam, saat seorang wanita berumur di atas 40-an tiba-tiba datang ke rumahnya, mengenalinya dan soohyun sendiri merasa tidak asing dengan wajahnya, wanita paruh baya ini mirip seseorang.

Kimsoohyun mengangguk dengan rasa penasaran seakan membelenggu hatinya. Dia tidak tau apa maksud kedatangan nya kemari.

  “Aku Ummanya Park shin hye” Ucap wanita itu disertai tangannya yang menjabat tangan kimsoohyun. kimsoohyun membalas jabatannya.

Seperti sebuah mantra ‘Aku Ummanya park shin hye’ pemuda itu seakan terhipnotis dengan kata-kata itu, dia terdiam tak percaya terlebih wajah wanita ini yang terlihat tak asing ternyata benar, dari mimik muka jelas terlihat dia mirip sekali dengan gadis yang menjadi pikirannya selama ini.

  “Kau bisa ikut denganku?”

Ruangan itu tidak begitu luas, hanya di isi ranjang rumah sakit, meja nakas kecil, layar pendeteksi detak jantung, selang infus dan tabung oksigen. Ada jendela minimalis di samping ranjang itu dan saat sang matahari datang dari jendela itu keluar sinar yang akan menyinari seseorang yang tertidur disana.

Pemuda itu terkaget, dia tidak tau ekspresi bagaimana yang akan di berikannya saat melihat seorang gadis yang sangat di kenalnya terbaring lemah disana. matanya terpejam dengan satu tangan terpasang selang infus.

  “Dia selesai menjalani operasi jantung, dan sudah lima bulan ini park shin hye mengalami koma” Ucap wanita itu memecahkan keheningan yang melanda. “Aku hanya bisa pasrah pada tuhan, jika seandainya dia mengambil nyawa anak-ku” lanjutnya lagi di sertai air mata yang merebak. “Kau tahu, selama dia koma gadis ini hanya menyebut namamu, maka dari itu aku mengajakmu kemari… setidaknya kau melihatnya sebelum dia pergi”

Kimsoohyun tidak dapat membendung air matanya , dia menangis. hatinya sangat sesak seperti seperti ada sebuah batu besar di dalam sana. Inilah semua jawaban yang menghantuinya selama ini.

Pemuda itu memperhatikan wajah park shin hye. Dia terus terisak, tak kuat menghadapi semua ini.
kenapa? kenapa takdir mempermainkan kehidupan nya seperti ini? apa ini sudah cukup menebus semua kesalahannya di masa lalu. bangunlah park shin hye, mari kita memulainya lagi dari awal.
“Dimanapun kau berada saat ini, kau pasti mendengar suaraku.. shinhye-ssi bangunlah.. kau mau berkencan denganku?”

….

Awal musim dingin, lelehan salju kecil itu sedikit demi sedikit mulai menutupi setiap apapun di luar ruangan sana. Daun pohon apel yang tadinya berwarna hijau, sebagian sudah memutih tertutupi butiran dingin itu. Jalananpun seakan tidak mau ketinggalan perlahan di hiasi warna putih yang seakan mempertebal setiap inchi jalan tersebut.

Sebuah telapak tangan nan kekar menempel pada kaca yang berembun menggosoknya sebagian, untuk membersihkannya. Agar dia bisa melihat dengan jelas pemandangan di luar jendela sana pada pagi yang sangat dingin ini.

Dia lihat jalanan di depan rumahnya cukup sepi. Tidak ada orang yang berlalu lalang di sekitar sana, Tempat tinggalnya bagaikan kota mati yang di isi satu kehidupan di dalamnya, natal memang sudah terlewat tapi liburan belum berakhir dan semua tetangganya tengah bersenang-senang merayakan liburan akhir tahun. Apalagi hari ini adalah malam puncak pesta itu akan di mulai. Tapi kimsoohyun masih terdiam di rumahnya. Melakukan hal-hal yang membosankan setiap hari. Makan, nonton tv, tidur dan sesekali akan keluar rumah untuk membeli cemilan. Tidak ada rencana spesial yang akan di lakukannya malam nanti. mungkin dia akan duduk di layar monitor seperti biasanya menghabiskan waktunya dengan internet.

Kimsoohyun menarik napas panjang, dia terus memperhatikan sesuatu hal di balik bingkai jendela kamarnya, tidak akan ada yang berubah disana meskipun pemuda itu terus memperhatikannya selama berjam-jampun tempat itu akan tetap sepi. Gadis yang dia pikirkan tidak akan mendadak muncul membawa sekantong makanan dan beberapa kembang api tersenyum lalu berkata ‘Aku pulang dari paris dan berniat merayakan malam pergantian tahun bersamamu’ itu mimpi kimsoohyun. Pemuda itu berdesis dengan senyuman meledek mentertawakan kehidupan yang tak ada indah-indahnya sama sekali.

Berniat menyudahi semuanya, dan hendak kembali masuk melakukan hal membosankan dirumahnya. Mendadak kimsoohyun mengurungkan niatnya, saat matanya tak sengaja melihat seseorang tengah berdiri di sisi mobil yang terparkir membawa sebuah payung untuk melindungi kepalanya dari butiran putih itu. Bagaimana dia bisa tidak sadar ada seorang gadis berdiri disana? apa dia tengah menunggu kimsoohyun?

Pemuda itu memperhatikan dengan seksama, untuk mengetahui siapa gadis yang tengah berdiri itu. Pandangannya tidak terlalu jelas sampai akhirnya jantung pemuda itu berdetak tidak karuan saat mengetahui bahwa gadis yang tengah berdiri disana, adalah gadis yang dia temui seminggu yang lalu. Gadis yang dia tahu masih tertidur di rumah sakit.
‘Park Shin Hye?’

  “Anyyeong..” Shinhye membungkuk kan badanya, saat di lihat pemuda yang dia tunggu keluar dari dalam rumahnya. Gadis itu tidak tahu sudah berapa lama dia berdiri di sana, badannya rasanya membeku tapi semenjak kedatangan kimsoohyun di hadapannya mendadak semuanya itu hilang.

  “Kau… sedang apa disini?” tanya kimsoohyun hati-hati. Dia sungguh tidak mengerti bukankah parkshinhye tengah sakit? kenapa gadis itu sekarang ada disini? bahkan dengan keadaan yang terlihat lebih baik meskipun wajahnya begitu pucat.

Shinhye tersenyum lembut di tengah bibirnya yang menghitam. Di dalam hatinya dia sungguh bahagia, ini seperti mimpi. Yeah! bertemu dengan kimsoohyun lagi baginya seperti di dalam mimpi.
“Aku ingin menangih janjimu”

Pemuda itu mengerutkan kening, sedikit tidak mengerti dengan apa yang shinhye katakan. Apa kimsoohyun pernah membuat janji padanya? mengerti dengan kebisuan kimsoohyun, gadis itu kembali bersuara. menjelasakan apa yang membuatnya lupa pada janjinya. “Seminggu yang lalu kau mengatakan sesuatu di rumah sakit, dan aku datang kemari untuk menanggihnya”

Kimsoohyun lagi lagi terdiam, namun kali ini dia tahu apa yang mereka bicarakan. lelaki itupun lantas tersenyum tipis  “Kau yakin ingin berkencan denganku?”

Pipi parkshinhye bersemu merah, bibirnya kembali tersenyum tanpa berniat mengatakan, ‘iya’ atas pertanyaan yang kimsoohyun katakan. Namun detik berikutnya, tindakan gadis itu membuat kimsoohyun tak percaya. Saat bibir dinginnya mengecup kilat bibir pemuda itu.

#7TahunKemudian

sepasang kaki yang di hiasi sepatu hitam itu, berjalan. menginjak setiap daun-daun pohon maple yang berguguran. Dia? pria yang berbalut jas rapi itu membawa seikat bunga mawar putih di tangannya. Hari ini hari ulang tahun gadis itu dan kimsoohyun sengaja terbang dari jepang untuk merayakannya.

Dia gadis yang sangat manis. Pipinya sering bersemu merah jika gadis itu merasa malu. Dan diakui kimsoohyun, pria itu begitu merindukannya saat ini.

Aku mencintaimu kim soo hyun.

Suara yang keluar dari bibir tipisnya kala itu membuat jantung kimsoohyun seakan berhenti berdetak, ntah kenapa pria itu merasa bahagia mendengar semua itu. Namun, semuanya mendadak hilang. kebahagian yang sempat merasuki hatinya perlahan musnah saat di lihatnya park shin hye menjauh dan pergi begitu saja meninggalkan kim soo hyun. menyisakan kecupan singkat di bibirnya.

Yeah, Park Shin hye pergi. dan tak pernah kembali lagi.

KimSoohyun berhenti di depan sebuah rumah, dia terdiam sejenak memperhatikan rumah tersebut cukup lama. Ada rasa haru yang membelenggu hatinya, sampai pria itu tak sadar setitik air mata merosot di pipinya. Dia kemudian kembali berjalan, membuka pintu rumah itu dengan perlahan dan sedikit demi sedikit menampilkan suasana dalam ruangan itu.

Hanya ada satu ruangan disana, dan ukurannya tidak begitu luas, Di setiap ruang tersebut di kelilingi talase kaca besar. Dalam talase kaca itu banyak sekali foto-foto namun hanya satu foto yang menjadi tujuan kimsoohyun saat ini.

Kimsoohyun terdiam memandangi foto seorang gadis dalam kaca itu, dia tersenyum tipis lantas berucap cukup lirih.
‘Selamat ulang tahun park shin hye’ diiringi dengan air mata yang perlahan kembali menghiasi kedua pipinya.

….

Kimsoohyun-ssi..
Apakah sekarang kau tengah merayakan malam pergantian tahunmu?
Kuharap semuanya menyenangkan, eoh..

Maap aku tidak bisa menemanimu
Kau mungkin tau.. jika waktuku memang sangat singkat, di atas sana tuhan sendirian dan dia menyuruhku untuk segera menemuinya.

Kim-soohyun-ssi..
aku tahu kau begitu sangat menyukai Jihyun eonnie, dan aku hanya akan menjadi gadis bodoh yang tetap menyukaimu, meskipun pada kenyataannya kau sama sekali tidak menyukaiku. tapi tak apa karena bagiku, itu sudah lebih dari cukup. dan aku bahagia melakukannya.

Maafkan aku kim-soohyun-ssi..
karena aku tetap menjadi pengagum rahasiamu, meskipun kau menyuruhku untuk berhenti melakukannya.

Maafkan aku kim-soohyun-ssi..
karena aku sering membeli minuman kaleng kesukaanmu dan diam diam aku menyimpannya dalam lokermu, meskipun aku tahu kau selalu membuangnya.

dan maafkan aku kimsoohyun-ssi karena telah mencuri sebuah ciuman di bibirmu.

Kimsoohyun-ssi hari ini aku akan melambaikan tangan padamu tanda kau sudah bebas dari, perhatian gadis bodoh parkshinhye akkk~ tapi maaf kau masih akan tetap menjadi pria yang aku cintai selamanya.

Dari parkshinhye. gadis yang mencintaimu.

~End~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s